
Di Sudut Malam yang Bisu
Oleh Izzat Dahelan
Di sudut malam yang bisu,
kanak itu terbaring lesu,
matanya bundar, menadah langit yang kelam,
tangannya terulur,
namun hanya dingin yang memeluknya.
Sunyi pun jatuh perlahan,
bagai doa yang patah di bibir.
Lapar tidak pada roti,
tetapi pada kasih yang hilang,
sedang ibu dan ayah
tenggelam dalam gelora sengsara.
20 Ogos 2025 | Rabu
Kuching, Sarawak